UC
hpt
mem simkes

Kata Pengantar dari Penyusun

Di berbagai daerah terjadi kematian absolut ibu yang meningkat tajam. Kematian absolut bayi juga meningkat. Dengan peningkatan ini tentunya sasaran MDG4 dan MDG5 sulit tercapai. Dalam konteks untuk mengatasi tantangan ini perlu ada perubahan luar biasa dalam kebijakan pelayanan dan manajemen KIA yang harus dilakukan di Kabupaten. Untuk mencari kebijakan yang luar biasa disusun paper kebijakan ini oleh tim dari Fakultas Kedokteran UGM.

Cara luar biasa ini berupa strategi yang mencoba mengatasi akar permasalahan kematian ibu dan bayi secara komprehensif. Cara luar biasa ini perlu dikembangkan karena pada tahun 2011 telah diluncurkan Jampersal dan berbagai kebijakan mengenai kesehatan ibu dan bayi. Ternyata di tahun 2012 terlihat bahwa Jampersal belum mampu memberikan efek berupa penurunan jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia. Pertanyaan menarik memang mengapa Jampersal belum memberikan efek? Bagaimana bangsa Indonesia dapat menurunkan jumlah kematian kita mengatasinya? Apakah mungkin kematian ibu dan bayi dapat turun? Kebijakan apa yang harus dilakukan di Kabupaten? Apakah harus ada kebijakan luarbiasa?

Dalam usaha mencari cara menurunkan kematian ibu dan bayi ini ada beberapa catatan awal dari kami. Catatan awal pertama adalah kebijakan dan manajemen KIA ini menggunakan perspektif kabupaten. Penulisan ini berasal dari pengalaman di kabupaten dan ditujukan kepada para pelaku pelayanan KIA di kabupaten dengan dukungan propinsi dan pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan khususnya). Siapa yang diharapkan mendapatkan manfaat dari pengembangan ini? Jawabannya adalah para pelaku di kabupaten yang jumlahnya sekitar 500 kabupaten di Indonesia. Di level kabupaten ada berbagai ribuan pelaku antara lain: KaDinKes, Direktur RS pemerintah-swasta, dokter SpOG, dokter SpA, dokter umum, Bidan, Perawat Bupati, anggota DPRD, LSM, konsultan manajemen dan sebagainnya. Usulan kebijakan ini dapat dilpergunakan oleh pelaku di propinsi (33), antara lain: KaDinKes, Ketua Cabang Ikatan Profesi Propinsi, Bappeda. Tentunya di level nasional ada berbagai pelaku antara lain: Pejabat Kemenkes, Bappenas, Ketua Ikatan Profesi nasional, Kemenkeu, Pengelola organisasi Donor internasional, Pengelola LSM nasional.

Catatan awal kedua adalah materi yang dikembangkan ini bersifat open-system. Artinya adalah semua pihak di Indonesia dapat melakukan pengembangan di daerah masing-masing berdasarkan ide, atau inspirasi dari dokumen ini. Diharapkan tentunya dengan menyebutkan sumber awalnya. Dengan demikian misalnya ada sekelompok ahli KIA dan manajemen kesehatan di sebuah perguruan tinggi dapat membahas dokumen ini, mengembangkannya, dan mencoba untuk melaksanakan di daerahnya dengan bekerja bersama pemerintah setempat atau Kementerian Kesehatan. Diharapkan proses pengembangan dan pelaksanaannya dapat disebarkan melalui berbagai materi termasuk websites.

Dalam konteks open-system tersebut, dokumen ini masih dalam pengembangan, tidak untuk kutipan ilmiah. Fungsi dokumen ini sebagai bahan untuk pengembangan kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan ibu-anak di Indonesia. Dinamika perubahan dokumen dapat diakses di berbagai websites:

www.kesehatan-ibuanak.net
www.manajemen-pelayanankesehatan.net
www.manajemen-rs.net
www.manajemen-jaminankesehatan.net
www.manajemen-pendidikankedokterankesehatan.net

Siapa para pengembang dokumen ini? Diharapkan di sebuah kabupaten ada kerjasama antara berbagi pihak, antara lain:

  • Sektor pelayanan kesehatan dengan koordinator Dinas Kesehatan Kabupaten yang didukung oleh Dinas Kesehatan Propinsi dan Kemenkes.
  • Tenaga ahli pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tenaga ahli ini tersusun dari: (1) tenaga ahli kesehatan masyarakat khususnya ahli perilaku dan ahli kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan; (2) dokter SpOG dan Dr.SpA dan dokter umum; (3) bidan; (4) ahli informatika. Tenaga ahli ini dapat berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat secara bersama.
  • Konsultan manajemen pelayanan yang menguasai manajemen perubahan,

Tim multi-disiplin ini diharapkan dapat membantu satu atau lebih kabupaten untuk menyusun strategi dan melaksanakannya. Diharapkan pula pelaksanaan kegiatan berdasarkan dokumen ini dapat dilaporkan di website tersebut.

Sebagai langkah awal, diharapkan para anggota tim di sebuah daerah dapat mengunjungi salahsatu situs web dan dapat melakukan diskusi virtual mengenai strategi luar biasa ini. Perubahan perubahan dalam situs web akan dilakukan secara sistematis. Pada minggu ini sudah terjadi perubahan menjadi draft ke 3, tanggal 21 Januari 2012.

Catatan awal ketiga adalah Penggunaan metode sense making dalam strategi luar biasa ini berarti bahwa kita harus menggunakan akal sehat dan naluri dalam mencari cara menurunkan kematian ibu dan bayi. Dengan menggunakan metode ini maka perlu ada perhatian serius mengenai terjadinya penurunan/peningkatan kematian ibu dan bayi. Perubahan ini perlu dipahami dan dimaknai dengan perspektif berbagai konsep universal yang ada. Proses berikutnya dalah bagaimana pemahaman dan pemaknaan data menghasilkan respon di level kabupaten yang logis. Dalam hal ini respon dipilih yang evidence based dan akan menghasilkan evidence lebih kuat.

Dengan berbagai catatan awal ini, kami para penulis paper kebijakan berharap terjadi suatu komunikasi antar para pelaku dan para ahli KIA, dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemerintah daerah dalam usaha menurunkan kematian ibu dan bayi. Komunikasi erat ini diharapkan memberi keberanian kepada kita semua untuk menguji usulan kebijakan ini di berbagai kabupaten. Tentunya pengujian ini perlu dimonitor dengan ketat.

Selamat membaca dan merencanakan untuk menguji strategi ini.

 

Yogyakarta 20 Januari 2012

Penyusun

Laksono Trisnantoro dan tim dari Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan

dan

Bagian Kebidanan dan Kandungan FK UGM

Bagian Kesehatan Anak FK UGM

Add comment


Security code
Refresh

Audio Streaming

cara ikutstreaming

arsip audiostreming

Manual

manual rujukan

Policy Document

policy dokumen

Laporan Reportase

reportaseppp

Hcf

Agenda Sudah Berjalan

Pembaca yang terhormat, Bagaimana menurut anda mengenai Tata letak / Layout website ini ?

Komentar Terbaru

  • Langkah 4. Melakukan usulan re...
    task shifting lewat pemberdayaan dokter umum adalah upaya excellent dalam menjembatani masalah keber...
    30.03.12 21:49
    By acub zaenal
  • Policy Paper
    ada sebuah mimpi,andai saja ada sebuah software yang mampu menhubungkan antara dinkes,RS dan para bi...
    30.03.12 17:57
    By acub zaenal
  • Policy Paper
    Strategi luar biasa ini hrs dikaitkan dg P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplika...
    18.03.12 21:57
    By sitti noor zaenab
  • Langkah 5:Usulan respon kebija...
    Respon penurunan kematian ibu dan bayi perlu melibatkan semua sektor dari masyarakat,inst itusi pem,...
    05.03.12 22:14
    By KIA Dinkes Kulon Progo
  • Langkah 4. Melakukan usulan re...
    Menanggapi pemikiran Bpk Faozi Kurniawan tentang reward bagi para kader, khususnya kader posyandu, d...
    19.02.12 15:20
    By laksono adi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini523
mod_vvisit_counterKemarin1400
mod_vvisit_counterMinggu ini8182
mod_vvisit_counterBulan ini27226
mod_vvisit_counterTotal316240