calm

Indonesia menduduki peringkat ketujuh negara yang penduduknya menderita penyakit diabetes dengan jumlah delapan juta orang pada 2011 menjadi 8,5 juta pada 2013.

"Dari jumlah itu, 90 persen penyakit diabetes di Indonesia termasuk kategori II atau yang disebabkan faktor keturunan," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Sidartawan Soedondo, MD, PhD, Face, di Kuta, Bali, Sabtu (18/1).

Menurut dia, anak-anak, remaja, dan dewasa muda sangat mudah terserang diabetes kategori II. "Kalau anak muda kebanyakan karena gaya hidup yang tidak sehat," ujarnya di sela-sela acara "Global Diabetes Forum" itu.

Gaya hidup yang tidak sehat itu, jelas dia, berdampak pada kenaikan berat badan yang dapat memicu serangan diabetes. "Faktor lain yang memicu diabetes adalah urbanisasi dan kurangnya aktivitas seseorang," katanya.

Jika dipersentasekan, Sidartawan memperkirakan 5,7 persen masyarakat yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air terkena penyakit diabetes.

"Diabetes tidak terlihat gejalanya dan baru terdeteksi setelah kronis," kata Ketua Persadia, Bahkan dalam penelitiannya terungkap bahwa 70 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui jika dirinya terkena diabetes.

Ia menganggap bahwa penyakit diabetes di Indonesia sudah sangat memprihatinkan karena masyarakat berobat jika sudah penyakitnya kronis.

Untuk mendeteksi secara dini faktor penyakit risiko tersebut, lanjut dia, masyarakat perlu melakukannya sejak dini dan berkala sehingga prevalensi diabates dapat ditekan.

"Sekali terkena diabetes, maka penderitaannya bisa mencapai seumur hidup," kata Sidartawan.

sumber: www.beritasatu.com

 

Search

f5

Memahami tentang :

SisKes
KebKB
hpt
hsitr

Laporan Reportase 2014

ictohlr

post lr

lapris

A2014 

Arsip Agenda Sebelumnya

A2013