xvideos spankbang watchfreepornsex foxporn pornsam pornfxx porn110

Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Kebijakan Kesehatan Indonesia,
Edisi Minggu ini Selasa, 25 Januari 2022 kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut. (Arsip pengantar silahkan klik disini)

Dokumen Teknis WHO
Enhancing Response to Omicron SARS-CoV-2 Variant

Pada 26 November 2021, WHO menetapkan varian B.1.1.529 sebagai varian yang menjadi perhatian, yakni Omicron. Omicron adalah varian yang sangat berbeda dengan jumlah mutasi yang tinggi, termasuk 26 - 32 mutasi pada protein spike, beberapa diantaranya terkait dengan potensi pelepasan kekebalan humoral dan transmisibilitas yang lebih tinggi. Ancaman keseluruhan yang ditimbulkan oleh Omicron sangat bergantung pada empat pertanyaan kunci, yakni 1) seberapa menularkan varian tersebut; 2) seberapa baik vaksin dan infeksi sebelumnya melindungi terhadap infeksi, penularan, penyakit klinis dan kematian; 3) seberapa ganas suatu varian dibandingkan dengan varian lain; dan 4) bagaimana populasi memahami dinamika ini, memahami risiko dan mengikuti tindakan pengendalian, termasuk upaya kesehatan masyarakat.

Berdasarkan bukti saat ini, risiko keseluruhan terkait Omicron tetap sangat tinggi. Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan Delta, yang mengarah pada penyebaran cepat di komunitas dengan tingkat insiden yang lebih tinggi daripada yang terlihat sebelumnya dalam pandemi ini. Meski risiko penyakit parah dan kematian setelah infeksi lebih rendah daripada varian SARS-CoV-2 sebelumnya, tingkat penularan yang sangat tinggi telah mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam rawat inap, berdampak sistem perawatan kesehatan di sebagian besar negara, dan mungkin menyebabkan morbiditas yang signifikan, terutama pada populasi yang rentan.

selengkapnya

 

WHO SAGE Roadmap for Prioritizing Uses of COVID-19 Vaccines

Panduan Peta Jalan prioritas penggunaan vaksin COVID-19 pertama kali diterbitkan pada Oktober 2020 dan diperbaharui pada November 2020 dan Juli 2021. Kini, dokumen ini diperbaharui yang dibangun atas Strategi WHO untuk mencapai vaksinasi COVID-19 Global pada pertengahan 2022 dengan menyoroti empat tujuan program vaksinasi, entara lain : 1) meminimalkan kematian, penyakit parah dan beban penyakit secara keseluruhan, 2) mengurangi dampak sistem kesehatan, 3) melanjutkan aktivitas sosial ekonomi secara penuh, dan 4) mengurangi resiko varian baru. Saat ini vaksin COVID-19 yang tersedia memiliki dampak kecil pada pengurangan penularan dalam konteks Varian SARS-CoV-2 dari Concern (VoC), khususnya Omicron. Oleh karena itu, mencegah penyakit parah dan kematian, dan melindungi sistem kesehatan tetap menjadi tujuan utama penggunaan vaksin dalam konteks respons global COVID-19, sekaligus mengurangi morbiditas termasuk kondisi pasca COVID.

Di sebagian besar negara, kelompok dengan risiko penyakit parah dan kematian yang lebih tinggi adalah yang pertama menerima seri vaksin primer. Grup ini yang pertama kali menunjukkan bukti penurunan efektivitas vaksin dari waktu ke waktu, signifikan setelah 6 bulan diberikan vaksin primer. Dalam jangka pendek, dosis ketiga (dosis booster) dapat memulihkan vaksin secara penuh atau sebagian efektivitas. Untuk membantu mengembangkan rekomendasi penggunaan vaksin melawan COVID-19, SAGE mengusulkan Peta Jalan untuk Memprioritaskan Penggunaan Vaksin COVID-19 yang mempertimbangkan populasi prioritas untuk vaksinasi berdasarkan pengaturan epidemiologi dan skenario pasokan vaksin. Panduan ini dibangun di atas kerangka nilai WHO SAGE untuk alokasi dan prioritas vaksinasi COVID-19.

selengkapnya

 

Regulasi
Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19

icpUpaya penanggulangan COVID-19 terus dilakukan secara masif. Pemerintah menetapkan kebijakan vaskinasi COVID-19 sebagai intervensi efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Untuk memberi panduan secara teknis dalam pelaksanaannya, telah ditetapkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Ruang lingkupnya mencakup perencanaan kebutuhan, sasaran, pendanaan, distribusi serta manajemen vaksin dan logistik, pelaksanaan pelayanan, kerja sama, pencatatan dan pelaporan, strategi komunikasi, pemantauan dan penanggulangan KIPI, serta monitoring dan evaluasi.

Dengan ditetapkannya dokumen petunjuk teknis ini, diharapkan pelaksanaan vaksinasi dapat terselenggara dengan baik sesuai peraturan perundang - undangan. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tidak hanya dilaksanakan melalui Vaksinasi Program, namun dapat juga dilaksanakan melalui Vaksinasi Gotong Royong. Dengan pelaksanaan vaksinasi, diharapkan dapat mengurangi transmisi, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

selengkapnya

 

Call for Proposal
Health Policy and System Research Responding to The Climate Crisis: Lessons from Countries

Alliance dan WHO membuka kesempatan pembiayaan riset untuk 6 kasus negara berpenghasilan rendah dan menengah mengenai studi sistem kesehatan dalam merespon krisis iklim di tingkat nasional dan subnasional. Tujuan dari studi yang diharapkan adalah (1) mampu mengidentifikasi dan mendokumentasikan contoh dimana pembuat kebijakan secara aktif menanggapi perubahan iklim, memitigasi dan mengadaptasi sistem kesehatan dengan kebijakan ketahanan yang lebih luas, dan (2) berbagi pelajaran dari negara - negara di wilayah WHO guna mempersatukan bukti yang berkontribusi pada pengembangan panduan yang lebih baik tentang bagaimana negara dapat mengatasi hambatan yang ada, menanggapi krisis iklim dan bergerak menuju ketahanan iklim dan sistem kesehatan rendah karbon yang berkelanjutan.

Tim peneliti diharapkan menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan wawancara semi terstruktur, tinjauan literatur dan analisis situasional. Apabila memungkinkan, peneliti akan diminta untuk mengadakan dialog kebijakan dengan pembuat kebijakan (dengan catatan pengarahan bagi pembuat kebijakan) untuk berbagi temuan dan menerima masukan dan validasi dari pembuat kebijakan. Batas waktu pengumpulan proposal hingga 6 Februari 2022.

selengkapnya

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiacovid
mutupel SKN aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

  Website Terkait

Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi
langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatan

idrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos